Home / Berita Terkini / Sorot Terkini

Jumat, 11 Desember 2020 - 00:09 WIB

Penggunaan Anggaran Diduga Tidak Transparan, Kades Tiga Mubar Diduga Korupsi Dana Desa

BERITA-TERKINI.COM, MUBAR – Sudah tiga periode memimpin di Pulau Mandike sebagai kepala desa (Kades) Tiga, Kec.Tiworo Utara, Kab.Muna Barat, Sultra, Ahmad Yatim Bau, mengklaim bahwa penyaluran anggaran dana desa sudah tepat sasaran.

Namun hal tersebut berbeda dengan apa yang di ungkapkan oleh Koordinator Monitoring dan Investigasi LSM Perak, Hendra Jaya SH, Kamis (10/12/2020) siang.

Menurut Hendra jaya, penyaluran Anggaran Alokasi dana desa (ADD) dan Anggaran Dana desa (DD) di pulau mandike desa tiga kecamatan Tiworo Utara perlu di telusuri karena diduga tidak transparan.

” Berdasarkan hasil monitoring Dan investigasi kami dilapangan, Mulai Tahun 2016 hingga Tahun 2020 ini, Penggunaan anggaran di desa tiga, kami duga telah terjadi indikasi adanya dugaan korupsi, Baliho APBDes juga tidak Nampak sama sekali,” Ungkap Hendra jaya, Kamis (10/12/2020).

Hendra jaya menambahkan, Tahun 2020 ini, pembangunan talud dengan anggaran 297 juta, kami duga tidak sesuai mutu dan spesifikasi yang ditentukan, sehingga dengan demikian kami duga ada indikasi dugaan markup anggaran,” Tambahnya

Lebih lanjut, Hendra jaya menjelaskan, pengadaan lampu jalan 131 juta, Peningkatan penanggulangan bencana Covid 19 sebesar 99 juta dan Pengadaan Mesin Perahu untuk nelayan senilai 547 juta, Dinilai ada dugaan indikasi markup Anggaran hingga ratusan juta rupiah,” lanjutnya.

” Ini baru tahun 2020, belum lagi tahun tahun tahun sebelumnya, dan insyaallah kami akan melaporkan semua temuan ini di krimsus Polda Sultra dalam waktu dekat ini, ” Tegasnya.

Sementara kepala desa tiga, Bapak Ahmad yatim bau, saat di konfirmasi Wartawan melalui sambungan sellulernya Minggu (6/12/2020) membantah dugaan tersebut. Menurutnya, Apa yang diduga oleh LSM Perak itu tidak benar Adanya.

” Itu tidak benar, dan semua penggunaan anggaran di desa tiga sudah tepat sasaran, dan telah diperiksa oleh inspektorat kabupaten dan dinyatakan tidak ada temuan,” Ungkap kades Tiga, Ahmad yatim bau.

Diberitakan juga sebelumnya,Seorang Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berdinas sebagai Staf dikantor kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat Sultra,  dilaporkan oleh Penggiat LSM Perak ke Mapolda Sultra.

Pasalnya, Oknum PNS yang diketahui Berinisial SH Tersebut diduga Melakukan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) TA 2019.

SH yang diketahui merupakan Warga Pulau Gala, Desa Gala, Kec.Maginti, Kab.Muna Barat ini, Pernah Menjabat Sebagai Pelaksana Tugas Kepala Desa Gala Pada Tahun 2019 Lalu, saat menjabat itulah, SH Diduga Melakukan  Dugaan Tindak Pidana Korupsi senilai 141 Juta.

” Saat dirinya menjabat sebagai PLT Kades Gala Pada Tahun 2019 Lalu, Ia diduga melakukan korupsi dana desa sebesar 141 Juta.” Ungkap Koordinator Monitoring dan Investigasi LSM Perak, Hendra Jaya SH, Sabtu (5/12/2020) sore.

Hendra Jaya Menambahkan, berdasarkan Temuannya dilapangan, Dari Anggaran Alokasi Dana Desa (ADD), SH diduga melakukan Korupsi senilai 15 Juta Rupiah.

” Belanja Tunjangan BPD, Pengadaan Profil Desa dan belanja Pelatihan Kader Teknis, SH diduga menyalahgunakan Anggaran sebesar 15 Juta Rupiah,” Tambahnya.

Lanjut Hendra Jaya, Sedangkan Dari Anggaran Dana Desa (DD), SH diduga Melakukan Korupsi Senilai 126 Juta Rupiah.

” Efisiensi Pembuatan Rompong, Efisiensi belanja barang Jaring dan Efisiensi Penyertaan Modal BUMDes, SH diduga menyalahgunakan Anggaran Sebesar 126 Juta Rupiah,” Lanjutnya.

“Besok, Kami akan Melaporkan Kasus Ini Kemapolda Sultra untuk ditindak Lanjuti,” Tegas Hendra Jaya.

Sementara, Berdasarkan infromasi yang di Himpun Oleh Wartawan, Apa yang disorot LSM Perak diduga benar Adanya, Bahkan Salah satu Staf di Kantor Kecamatan Maginti Yang enggan disebutkan Namanya membeberkan bahwa,  SH Telah mengakui perbuatannya telah melakukan percobaan Korupsi sebesar 141 Juta Rupiah dan bersedia untuk mengembalikannya.

” Ada surat pernyataan dia (SH_red) telah dibuat pada 10 Maret 2020 Lalu, sebagai bentuk pertanggung jawaban untuk mengembalikan dana tersebut ke rekening Desa selambat-lambatnya 12 maret 2020, Dan itu diketahui oleh Pak camat saat itu, namun Hingga saat ini dana tersebut diduga belum dikembalikan,” Ungkap Sumber Yang enggan disebutkan Namanya, Sabtu (5/12/2020) malam.

Sementara ditempat terpisah, Kepala Desa Gala, Sirajuddin, Saat di konfirmasi wartawan melalui sambungan sellulernya, Minggu (6/12/2020) siang membenarkan perihal tersebut. Namun menurutnya, SH sudah mengembalikan sebesar 50 Juta Rupiah.

” Benar pak, Memang Beliau (SH_Red) telah melakukan dugaan penyalahgunaan Anggaran Dana Desa Sebesar 139.572.000, namun ia Telah Mengembalikan Dana Tersebut sebesar 50 Juta Rupiah, Sisanya ia Berjanji paling Lambat Hari Selasa 28/4/2020 Lalu, Namun hingga saat ini belum juga di kembalikan,” Ungkap Kades Gala, Sirajuddin, Minggu (6/12/2020) siang.

Sementara SH, saat dimintai keterangan Oleh wartawan mengatakan, ia mengakui telah lalai mengelolah dana desa saat dirinya menjabat sebagai PLT kades Gala pada Tahun 2019 Lalu. Namun Pihaknya akan bertanggung jawab mengembalikan dana tersebut.

” Kami akan bertanggung jawab dalam hal ini, dan perlu diketahui, kami telah mengembalikan dana ke kas desa sebesar 50 Juta, Sisanya sebesar 89 Juta belum dikembalikan karena kami juga memiliki hak yang belum diselesaikan oleh kepala desa saat ini,” Ungkap SH, melalui sambungan sellulernya, Minggu (6/12/2020) sore.

Laporan : SUFRI

BAGIKAN BERITA INI :

BACA BERITA LAINNYA :

Breaking News

Telan Anggaran 2,2 Milyar, Pusat Niaga Bajo Nampak Tidak Terurus Dan Mulai Mengalami Kerusakan

Bosowasi

Ini Perkembangan Hasil Penyelidikan Sembilan Kades Di Wajo Yang Dilaporkan LSM Perak Sulsel

Luwu Raya

Sebanyak 90 Proyek APBD Pemkab Lutim Jadi Bahan Investigasi Koalisi LSM Anti Korupsi, Ini Daftarnya

Bosowasi

Diduga Salah Gunakan Dana Desa, Sembilan Kades Di Wajo Resmi Di Laporkan LSM Perak Sulsel Ke Pihak Berwajib

Bosowasi

Beredar Rekaman, Oknum Ketua Apdesi Soppeng Sebut Wartawan Dan LSM Adalah Musuhnya

Bosowasi

Habiskan Anggaran 255 Juta, Rabat Beton di Desa Kampiri Pammana di Sorot LSM